oleh

2 Santri Temboro asal Masamba & Baebunta Positif Covid-19, Bumi Lamaranginang Sudah 27 Kasus

Lepongannews.com –LUTRA – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang berjuluk Bumi Lamaranginang, Sulawesi-Selatan (Sulsel) bertambah dua orang. Kasus baru ini merupakan santri pendatang dari klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur.

Hal ini dituturkan Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Lutra, I Komang Krisna pada wartawan media ini, Minggu (10/5/2020) baru-baru malam ini, melalui telepon celularnya.

I Komang Krisna menyampaikan penambahan dua kasus positif Covid-19 ini merupakan yang tersisa dari 42 spesimen yang diperiksa di BBLK yang hasilnya telah keluar tadi siang dari 50 spesimen yang tersisa, berasal dari Kecamatan Masamba dan Baebunta.

“Tambahan dua kasus positif secara laboratorium PCR ini sudah diisolasi,” kata I Komang Krisna.

“Hingga malam ini sebanyak 27 kasus orang Positif Corona. Dua di antaranya positif Covid-19 yang hari ini keluar hasilnya positif yakni, asal Masamba inisial AI (17) dan dari Baebunta NH (12),” ucap Komang Jubir Covid-19 Lutra.

Dengan penambahan dua kasus ini, maka kini terdapat 27 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Lamaranginang.

“Empat puluh (40) spesimen lainnya juga telah keluar, dengan hasil Negatif. Dari 40 orang ini yang negatif adalah hasil Contact Tracing yang dilakukan TGC (Tim Gerak Cepat) Dinas Kesehatan terhadap keluarga yang positif. Dari 27 orang yang positif semuanya kasus Imported Case. Belum ada keluarga yang kontak erat terkonfirmasi positif, sehingga belum ada transmisi lokal di Lutra,” terang Komang.

Lanjut Jubir Covid-19 Lutra, bahwa masih ada delapan (8) spesimen lagi yang belum keluar hasilnya, 5 PDP dan 3 Hasil Contact Tracing. Kita masih menunggu proses pemeriksaan dari BBLK Makassar.

“Ini yang menarik disampaikan Jubir di balik telpon genggamnya, salah satu santri dari Masamba punya kesadaran tersendiri datang ke Posko TGC melakukan pemeriksaan dan pengambilan spesimen swab, dia ditemani oleh orang tuanya. Dan orang tuanya juga ikut memeriksakan diri karena mereka adalah kontak erat dengan anaknya,” ungkap Komang, seraya menambahkan santri ini patut ditiru bersama orang tuanya sadar akan virus corona, ini perlu diapresiasi.

“Kami mohon dukunganta’ dari seluruh masyarakat Bumi Lamaranginang, jika ada warga yang harus diisolasi di rumah sakit atau klinik harus didukung, bukan malah dilarang, demi kebaikan bersama. Supaya kita bisa mengontrol rantai persebaran Covid-19,” pungkas I Komang Krisna. (yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed