oleh

Banjir Dan Longsor Melanda Luwu Raya, Akibat Hujan Deras di Daerah Pebukitan

 

LUWU RAYA, Lepongannews.com – Hujan deras siang malam dengan intensitas tinggi di daerah pegunungan di Luwu Raya dan Toraja mulai Rabu malam (17/6/2020) menyebabkan terjadi bencana di Luwu Raya.

Longsor dan banjir terjadi di Bumi Lamaranginang (Lutra, red) lalu banjir merendam pemukiman warga di Luwu serta jalanan longsor di jalur Palopo -Toraja Utara (Torut) di km 24 Kelurahan Palopo.

Longsor di Desa Maipi Kecamatan Masamba Luwu Utara, banjir di Walenrang Timur, Suli, Larompong di Luwu. Beruntung kejadian tersebur tidak ada korban jiwa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muhtar mengatakan, bencana longsor di kawasan pegunungan Kecamatan Masamba. ”Longsor ini menutup jalan menuju Desa Maipi dan banjir sungai Masamba dan Rongkong, ” tutur Muslim pada media ini, Jumat (19/6/2020) pagi melalui via jejaring WhatsApp.

Begitupun longsor kemarin pukul 14.00 Wita di jalan utama Toraja-Palopo tepatnya di Kelurahan Battang Barat Kecamatan Wara Barat Kota Palopo km 24 dari Palopo.

“Hal itu juga disampaikan Anthonius Dengen Kepala BPBD Luwu bahwa longsor terjadi karena intensitas hujan tinggi dan pihaknya mengimbau untuk sementara waktu jsngan dulu lewat mobil besar, mobil jenis avansa saja sangat rawan melewati jalan piros ke Toraja,” terang Kepala BPBD.

“Dan pihak Pemerintah Kota Palopo telah mengungsikan 8 Kepala Keluarga (KK) dan warung tengah antara Paredean dan Puncak sudah ada yang ambruk (lihat di video). Curah hujan masih tinggi kwatir terjadi longsor susulan,” tutur Anthonius Dengen.

BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menurunkan alat berat.

Sementara di Luwu, banjir juga menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Suli, Larompong, dan Walenrang Timur.

Sekretaris BPBD Luwu, Amiruddin Alwi mengatakan banjir ini di Larompong dan Suli, dan Walenrang Timur.

”Semua itu akibat curah yang berkepanjangan dalam minggu ini sehingga mengakibatkan air sungai meluap,” ujar Amiruddin.

Kondisi ini mengakibatkan air naik sekitar satu meter menggenangi rumah, sekolah dan tempat ibadah. Untung tidak ada korban jiwa. Sebanyak 250 rumah terendam di Kelurahan Larompong. Kelurahan Suli sebanyak 150 rumah terendam, 1 mesjid, TK 1 unit, SMPN 1 unit, dan SD 1 unit.

” Upaya yang telah dilakukan adalah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian, dan mengambil data,” pungkasnya. (yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed