oleh

Diduga Oknum Polisi Main Keroyok, Ratusan Massa AMPK dan Warga Tondon Gelar Demo di Polres Toraja Utara

 

Lepongan News, Rantepao. —
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) Toraja Utara bersama keluarga korban pengeroyolkan Arnol Hutasoid (Anno) yang didampingi tim pengacara Asarias Tulak, SH. mendatangi kantor Polres Toraja Utara dan menggelar aksi demo, Senin (22/06/2020).

Aksi demo itu digelar untuk menuntut keadilan atas tindakan oknum polisi yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap diri Arnold Hutasoid pada Selasa (16/06/2020) agar segera diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Demo damai yang dilakukan sekitar empat jam dari oleh Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Toraja Utara ini melibatkan kurang lebih 500 orang dan melakukan orasi di depan Polres Toraja Utara dengan pengawalan ekstra ketat dengan menggunakan water kanon,  pihak kepolisian dan TNI.

Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Toraja Utara menuntut dan mendesak Kapolres segera melakukan proses hukum terhadap pelaku oknum Polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Arnold hingga korban masih dirawat di RS Elim Rantepao.

Lenggang salah satu tokoh pemuda yang tergabung dalam orasi menutut Kapolres segera melakukan proses hukum secara transparan dan tidak tebang pilih, utamanya kepada oknum anggota Polisi yang melakukan penganiayaan terhadap Arnold Hutasoid.

”Polisi ini kan penegak hukum, pelindung dan pengayom masyarakat, bukan sebagai penganiaya masyarakat. Kalau ada kesalahan masyarakat, silahkan ditangkap dan proses secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku. Karena panglima tertinggi adalah hukum. Jangan sewenang-wenang menyakiti masyarakat. Kami sebagai keluarga korban meminta Kapolres segera memproses secara transparan sesuai hukum yang berlaku,” tegas Lenggang.

Sementara di tempat yang sama, Ne’Tollo dari Tondon dalam orasinya sangat sesalkan atas kejadian yang menimpa keluarganya. “Kami sebagai orang Toraja jangan di perlakukan begitu. Bapak Polisi harusnya lindungi kami masyarakat Toraja. Siapa saja pejabat yang datang tugas di Toraja kami hormati. Kalau kami masyarakat Toraja ada yang berbuat salah silahkan proses hukum, kami hormati dan siap menerima,” terang Indo Ne’Tollo di depan Polisi dan diikuti teriakan massa sekali-kali.

Lanjut Ne’Tollo, kalau kejadian sudah seperti yang dialami oleh korban anak keponakan kami yang dilakukan oleh oknum Polisi, siapa lagi yang bisa jaga dan lindungi kami sebagai masyarakat.

“Kami datang di Polres Toraja Utara untuk tuntut keadilan. Kalau tidak ada keadilan dari penegak hukum, maka rakyat bisa tidak percaya lagi kepada Polisi,” ketus ibu Ne’Tollo dalam orasinya.

Sementara Kapolres Toraja Utara AKBP Yudha Wirajati Kusuma didampingi Kasat Reskrim AKP Hardjoko usai menerima perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Toraja Utara dan keluarga korban mengatakan, kami sangat menghormati panyampaian aspirasi damai, dan kita sudah ada kesepakatan dengan keluarga korban untuk mengawal proses hukum ini.

“Terkait terlapor oknum anggota polisi sudah kami amankan dan dimintai keterangan, tinggal menunggu pihak korban untuk diambil keterangannya. Kami pihak kepolisian akan proses secara hukum yang berlaku,” terang Yudha didepan wartawan. (hta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed