oleh

DPRD Lutra Reses Sidang III, Serap Aspirasi Warga Infrastruktur dan Pelayanan

 

LUTRA, Lepongannews.com – Anggota DPRD Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak 1 hingga 6 Juni 2020 ini sesuai dengan perundang-undangan melaksanakan kewajiban ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi dari masyarakat atau konstiuen, yang dikenal dengan kegiatan reses anggota DPRD.

Hasil dari jaring aspirasi anggota dewan ini kemudian akan dibawa ke dalam sidang paripurna melalui fraksi masing-masing anggota sebagai laporan untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk rencana pembangunan dalam RAPBD.

Dalam melaksanakan reses III masa sidang tahun 2020 ini setiap anggota DPRD Kabupaten Lutra berkewajiban untuk melakukan kegiatan jaring aspirasi dengan pertemuan di daerah pemilihan (dapil) mereka masing-masing.

Seperti di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Masamba, Mappedeceng dan Kecamatan Rampi.
Di dapil III tersebut yang menjadi Ketua Tim Reses yakni Drs. H. Mahfud Yunus, MM, Wakil Ketua Haeruddin Yusuf, Sekretaris Riswan Bibbi, SE dan Elvis, SE, Adi Jaya, Husain, SE sebagai anggota, serta Karimuddin, D.PdI Koordinator Wilayah.

Menurut politisi partai berlambang pohon beringin yang lebat ini, H.Mahfud Yunus pada media ini, Minggu (7/6/2020) mengatakan, selama masa reses, Anggota DPRD diharapkan semakin dekat secara psikologis dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

ā€œSelama melaksanakan kegiatan reses ini, tentunya anggota dewan ini akan lebih dekat dengan konstituennya,ā€ ujar Mahfud Yunus Ketua Bapenperda.

Selain itu, lanjut dia, anggota DPRD memiliki kewajiban untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat daerap pemilihan. Permasalahan umum seperti perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya harus direspon positif untuk kemudian dibahas secara komisional atau di kantor DPRD.

“Ketua Bapenperda DPRD Lutra dan juga mantan Ketua DPRD Lutra periode lalu mengaku mereka mendapatkan aspirasi terkait dengan skala perioritas yakni, kegiatan fisik jalan, corona di lutra irigasi serta kaitannya.
Untuk skala perioritas yang segera dilaksanakan yaitu, proyek TA 2019-2020 secepatnya dikerja, anggaran pemeliharaan jalan poros Masamba – ke Kecamatan Rampi supaya ditingkatkan jumlahnya, dengan Corona di Rampi supaya sosislisasi dimaksimalkan serta transparansi dan akuntabilitas Dana Covid-19 sangat dibutuhkan masyarakat sehingga warga memahami besaran anggaran Rp.32,8 Milyar,” tuturnya.

Sedang jalan poros Masamba – Pincara terdapat longsor dan di jalan Masamba – Lero segera ditangani Pemda. Poros Mappedeceng -Sepakat, aspalnya hampir putus akibat tergerus sungai kecil dan membutuhksn pensnganan serius.

Di Desa Pombakka dusun Kalase menuju dusun To’ Bulo Desa Pongo membutuhkan penanganan bronjong sungai kurang lebih 200 meter.
Di Kelurahan Kappuna dan Kelurahan Bone hingga menuju Desa Lapapa membutuhkan rehab saluran irigasi yang mengaliri persawaan masyarakat, serta membuka akses jalan antara Desa Pongo Kecamatan Masamba tembus ke Kecamatan Malangke.

Sedang Sanitasi, Pelayanan Kesehatan dan sektor Pertanian yang perlu perhatian serius Pemerintah Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang.

Sementara itu Riswan Bibbi bersama Haeruddin Yusuf menambahkan, bahwa reses kali ini berbeda denfan reses sebelumnya, karena dimasa pandemi covid-19. Reses kali ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah sebaran virus corona. (yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed