oleh

Imbas Proyek Pelebaran Jalan, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih.

LepongaNews – Toraja Utara. Proyek pelebaran jalan Yang dikerjakan oleh PT. Sabar Jaya  di Kecamatan Tallung Lipu mengakibatkan pipa saluran air bersih milik PDAM Toraja Utara rusak.

Akibatnya, ratusan warga kecamatan Tallung Lipu kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Direktur Utama PDAM Markus Lempang membenarkan adanya kerusakan pipa air milik PDAM di kecamatam Tallunglipu.

Menurutnya, kerusakan pipa diakibatkan proyek pelebaran jalan sehingga pasokan air bersih ke Tallunglipu terhenti.

“Kami sudah berusaha normalisasi, tapi kurangnya pasokan itu karena pipa kami terganggu proyek pelebaran jalan. Adanya aktivitas alat berat dan pemadatan jalan, pipa kami jadi rusak,” kata Markus kepada LeponganNews , Senin (17/02/2020).

Tak tanggung-tanggung, Markus Lempang memperkirakan terhentinya pasokan air bersih ke Tallunglipu bakal berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Menurutnya, gangguan saluran pipa akan terus terjadi selama pengerjaan proyek pelebaran jalan belum rampung.

“Saya akan menghadap bapak Bupati untuk melaporkan Kondisi ini.
Kami perkirakan sampai beberapa bulan ke depan kondisi Seperti Ini akan berlanjut. kami juga belum bisa memastikan memberikan pasokan air bersih dengan cara lain,” imbuhnya.

Dampak terhentinya pasokan air bersih ini tentunya dirasakan ratusan warga kecamatan Tallunglipu.
Lukas (30), salah seorang warga menuturkan, pasokan air bersih dari PDAM terhenti sejak tiga hari yang lalu. Sementara sumur warga mengering.

“Kami setuju saja ada proyek pelebaran jalan, tapi jangan menyusahkan seperti ini. Bayangkan hidup tanpa air bersih selama sehari saja sudah susah. Apalagi lebih dari itu dan berkali-kali,” keluhnya.

Ungkapan senada disampaikan Fredi Sampe Bua, Akibat terhentinya pasokan air bersih dari PDAM, warga yang tak mampu membeli air bersih terpaksa menggunakan air sungai yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, sumber air tanah di desanya telah lama mengering.

“Berulang kali kami menerima keluhan warga atas kondisi ini. Kami sudah berupaya melaporkan kondisi ini, kalau bisa ada pasokan buat warga kami dengan cara lain selama pipa air PDAM belum normal,” papar Fredi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed