oleh

Kapus Baebunta : Jangan Kucilkan Keluarga Positif Covid-19

Lepongannews.com – LUTRA -Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang berjuluk Bumi Lamaranginang Sulawesi-Selatan (Sulsel), telah tercatat sebanyak 25 kasus. 6 orang di antaranya merupakan warga Kecamatan Baebunta.

Penanganan terhadap 6 orang kasus positif Covid-19 tersebut dilakukan dengan cara isolasi kesehatan di Hotel Swissbell Makassar.

Terhadap kontak erat kasus tersebut yakni seluruh keluarga yang tinggal serumah dengannya, sesuai penjelasan Kepala Puskesmas Baebunta, Hairul Muslimin, SKM, kepada media ini, Jumat (8/5/2020) sore, telah dilakukan contact tracing dan pengambilan sampel swab serta dianjurkan untuk menjalani karantina mandiri.

“Semuanya telah diambil sampel swab hidung dan tenggorokannya dan telah dikirim ke BBLK Makassar,” jelas Hairul Muslimin.

“Sambil menunggu hasil PCR, mereka dianjurkan menjalani karantina mandiri.” tambahnya.

Dengan adanya penanganan kasus positif Covid-19 dan pelaksanaan karantina bagi kontak eratnya, menurut Pria jebolan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar ini, penanggulangan pandemi Covid-19 sesuai pedoman yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan telah dilaksanakan, dan pihaknya mengharapkan dukungan dari masyarakat terutama tetangga sekitar rumah kasus positif tersebut.

“Dukungan masyarakat sangat penting, terutama dalam mensupport keluarga yang sedang menjalani karantina mandiri. Bantulah apa yang bisa diberikan. Bantuan sembako misalnya,” harap Kapus Baebunta yang pernah juga Kapus Sabbang.

Perlakuan diskriminatif dan stigma negatif terhadap kasus Covid-19 dan keluarganya, menurut Hairul Muslimin, harus ditiadakan dan disingkirkan di benak kita.

“Jaga jarak fisik yang aman dengan mereka memang harus dilakukan, tetapi bukan berarti mereka harus dikucilkan, apalagi didiskriminasi dan dilabeli stigma yang tidak pantas buat mereka,” terang pria yangsuka pelihara janggut ini.

Menurutnya, terinfeksi virus Corona bisa terjadi pada siapa saja dan kelompok mana saja, bukanlah aib jika tertular, sehingga perlakuan manusiawi dan wajar tetap harus dilakukan.

“Janganlah pandemi membuat luntur nilai kemanusiaan kita. Kita harus saling menguatkan, saling bantu dan meringankan beban sesama, terutama pada keluarga yang menjalani karantina itu. Mereka masih saudara kita,” pesan ayah tiga anak ini. (yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed