oleh

Pemda Toraja Utara Terima Penghargaan WTP Kelima Kalinya dari BPK

 

Lepongan News- Toraja Utara-Lima tahun dibawah kepemimpinan Bupati Terpilih di tahun 2015, Kalatiku Paembonan bersama wakilnya Yosia Rinto Kadang telah banyak mengukir prestasi dalam sistem pengelolaan keuangan dengan manajemen yang tertata dan rapih, sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari tahun 2016-2020.

Pemerintah Daerah Toraja Utara dibawah kepemimpinan Bupati Kalatiku dan wakilnya kembali menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kelima kalinya dari BPK-RI tahun 2020 dan penghargaan ini adalah penilaian tahun 2019.

Pemberian Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melalui BPK Perwakilan Sulawesi Selatan, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Toraja Utara (Torut) atas Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD tahun 2019 dan 2018.

Penerimaan WTP tersebut merupakan yang kelima kali, pertama diperoleh pada tahun 2016 atas LKPD tahun 2015 di bawah kepemimpinan Bupati Kalatiku Paembonan. Selain terima WTP, Kalatiku juga terima salinan putusan Kasasi atas perkara lapangan Bakti Rantepao.

Pemberitahuan atas penerimaan opini WTP ini, disampaikan dalam LKPD tahun anggaran 2019 dan 2018 oleh Sekretaris Diskominfo Anugrah Yaya Rundupadang di kantor dinas-dinas Marante, Sabtu (08/08/2020).

Yaya menjelaskan, Laporan Keuangan Daerah hasil audited arus kas daerah, realisasi APBD, Operasional, dan Neraca per 31 Desember 2019 dan 2018.

“Hasil audited 2019, jumlah arus masuk kas Rp 1.118.191.196.538,12, audited Rp 1.058.775.411.390,30. Sementara arus keluar kas audited 2019 jumlah Rp 852.102.367.073,00, audited 2018 Rp 811.348.959.022,00. Jadi, arus kas bersih dari aktivitas operasi audited 2019 Rp 266.088.829.465,12, audited 2018 Rp 247.426.452.368,30,” terangnya.

Sementara arus kas bersih dari aktivitas investasi audited 2019 Rp 240.697.472.505,00, audited 2018 Rp 216.243.328.945,00. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan audited 2019 Rp 13.449.247.348,91, audited 2018 Rp 1.500.000.000,00.

Arus kas bersih dari aktivitas transitoris audited 2019 Rp 1.868.676.497,50, audited 2018 Rp 20.488.078,00. Kenaikan/penurunan kas audited 2019 Rp 13.810.786.108,71, audited 2018 Rp 29.703.611.501,30.

Saldo awal kas di bud dan kas di bendahara pengeluaran audited 2019 Rp 44.337.939.538,00, audited 2018 Rp 14.634.328.036,70. Saldo akhir kas di bud dan kas di bendahara pengeluaran audited 2019 Rp 58.148.725.646,71, audited 2108 Rp 44.337.939.538,00.

Saldo akhir kas di bendahara dana BOS audited 2019 dan 2018 0,00. Saldo akhir kas audited 2019 Rp 58.148.725.646,71, audited 2108 Rp 44.337.939.538,00. (hta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed