oleh

Sensus Penduduk Daring 2020 Lutra Urutan ke 5 Sulsel, Catat 20.407 KK

 

LUTRA, Lepongannews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan menyatakan sebanyak 84,13 ribu jiwa dari 20.407 KK yang telah berpartisipasi dalam sensus daring (dalam jaringan) penduduk Luwu Utara sudah tercatat mengikuti sensus penduduk melalui daring, sampai 29 Mei 2020, target Lutra dari 12.128 KK yang akan ikut berpartisipasi tapi kenyataan naik 20.407 KK.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lutra, Simon Umar pada media ini melalui via jejarig WhatsApp, Jumat (5/6/2020) pagi,” bahwa target sensus daring ini Luwu Utara di peringkat ke-5 Sulsel setelah Luwu Timur, Toraja Utara, Wajo dan Palopo,” tuturnya.

Walaupun demikian, Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang ini dengan tiga Kecamatan medan pegunungan pelosok yakni Kecamatan Rampi, Seko dan Rongkong yang mana kurang signal internet, sehingga tak mudah bia melebihi target yang ditetapkan BPS, tapi Lutra bisa dan mampu melakukannya.

“Ini sudah merupakan tugas BPS dan merupakan suatu prestasi yang membanggakan dan perlu diapresiasi masyarakatnya yang pro aktif mengikuti sensus daring ini,” kata Simon Umar.

Kepala BPS Lutra, Simon Umar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di Bumi Lamaranginang yang secara sukarela sudah mengikuti sensus penduduk melalui daring ini.

Ia mengharapkan masyarakat yang belum mengikuti sensus penduduk segera berpartisipasi, apalagi batas waktu pengisian secara daring diperpanjang hingga akhir Mei 2020.” Tapi yang belum ikuti sensus daring bisa ke Kantor Desa melaporkan atau ke Kecamatan minta petunjuk,” ajaknya.

Sensus penduduk 2020 merupakan kegiatan yang dilakukan BPS setiap sepuluh tahun untuk menghitung jumlah maupun memetakan potensi, komposisi, distribusi dan karakter penduduk di Indonesia atau disetiap Kabupaten.

Pelaksanaan sensus ini menggunakan dua metode yaitu melalui daring yang awalnya berlangsung hingga akhir Maret 2020 dan melalui cara turun ke masyarakat untuk pendataan pada Juli 2020 nanti.

Namun, metode daring telah diperpanjang hingga akhir Mei 2020, mengingat belum banyak masyarakat yang memanfaatkan cara ini, serta adanya kejadian luar biasa pandemi COVID yang melanda Bumi Pertiwi.

Sementara Kepala Seksi Statistik Sosial pada Badan Pusat Statistik (BPS) Lutra, Iin Jumsinah mengatakan, peran Pemda dalam menyukseskan sensus daring sangat aktif dan luar biasa yang memfasilitasi kegiatan terkait sensus daring, seperti kegiatan melalui Video Conference (Vicon) dan menyosialisasikan kepada warga Bumi Lamaranginang.

” Terimakasih pada Bupati Indah Putri Indriani dan Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Arief R Palallo atas kerjasamanya selama ini, tidak mudah kita raih suatu posisi dari awal bulan Maret 2020 posisi ke tiga terbawah dan naik ke posisi ke lima,” tukasnya. (yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed