Walau Sudah Bisa Masuk Sekolah, Tetap ada Kekawatiran

oleh -6 views

Lepongan News Toraja Utara- Hari ini SMA, SMK dan SMP diToraja Utara mulai masuk sekolah dengan tatap muka di tengah pandemi virus corona.

Meskipun pihak sekolah mengklaim pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan, pembelajaran tatap muka tetap dikhawatirkan dapat meningkatkan penyebaran virus corona.

SMP Negeri 2 Toraja Utara takluput dari kekawatiran tersebut sehingga walaupun para murid diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sekarang ini, kekawatiran menyebarnya virus Corona tetap menghantui perasaan ungkap Zeth Patanduk, kepsek SMPN 2 Toraja Utara yang ditemui media Lepongan News 10/8/2020.

Kekawatiran tersebut sangat beralasan karena ada informasi yang mengatakan bahwa di rumah sakit Pong tiku ada lagi pasien yang diduga positif covid-19 Corona Ungkap Zeth Patanduk.

Kebijakan menyekolahkan anak ditengah pandemi Corona tidak terlepas dari kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang mengatakan, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Keputusan ini berdasarkan revisi surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, yaitu Mendikbud, Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait proses pembelajaran tatap muka di sekolah pada tahun ajaran 2020/2021.

Menurut Zeth walaupun sudah ada himbauan dari menteri pendidikan untuk bisa masuk sekolah pada wilayah sona hijau seperti kita diToraja Utara ini, tetap ada kekhawatiran dengan pembelajaran tatap muka di sekolah. Apalagi, potensi anak-anak terpapar virus corona masih tinggi.

Olehnya itu saya sebagai kepala sekolah disini (SMPN 2 red ) tidak mau ambil resiko. Saya harus menyampaikan hal ini pada masyarakat terutama orang tua murid bahwa resiko sekolah dengan tatap muka sangat tinggi.
Sekarang ini saya sedang membuat surat yang saya akan sampaikan pada setiap orang tua murid” meminta pendapat setuju atau tidak setuju menyekolahkan anaknya ditengah pandemi Corona ini dengan sistem remdum.

Kalau lebih banyak dari orang tua murid yang setuju sekolah diadakan saja, maka sekolah tatap muka akan dilanjutkan disertai alasan alasan yang bertanggung jawab.

Begitupun sebaliknya jika banyak dari orang tua murid yang tidak setuju dengan diadakannya sekolah tatap muka maka dari pihak sekolah tatap akan mengakomodir hal itu dengan baik! namun harus disertai alasan alasan yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan.Kunci Zeth Patanduk.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *